Kata Sesepuh Agraria

Siapa Bilang Reformasi Agraria Itu Hanya Bagi-bagi Tanah?

Baca Selengkapnya »

Kasus SP3 Massal: Kejati Sumbar Ogah Berikan Salinan SP3 22 Kasus Korupsi

Kategori: Berita Umum - Dibaca: 489 kali
Kamis, 30 Mei 2013 - 14:26:41 WIB
 

Terimakasih, Saat Ini Anda Sedang Berada Dalam Halaman: HOME » Berita Umum » Kasus SP3 Massal: Kejati Sumbar Ogah Berikan Salinan SP3 22 Kasus Korupsi

SACOM (SUARAAGRARIA.COM) - Gerakan antikorupsi Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat (KMSS) kecewa dengan sikap Kejati Sumbar yang enggan memberikan salinan SP3 massal.   

Alasan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Ahmad Djaenuri, adalah takut melanggar Pasal 17 UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

"Potensi ancamannya 2 tahun penjara bagi pelanggar,” tutur Djaenuri dalam pertemuan dengan KMSS, di Kajati Sumbar (29/5).

Maka dari itu pihak Kajati Sumbar hanya bisa mendengarkan penjelasan 22 kasus korupsi yang di SP3 dari masing-masing Kajari.  

Pernyataan Djaenuri tidak konsisten dengan pernyataannya sebelumnya yang menjanjikan foto copi berkas acara SP3 ke-22 kasus korupsi kepada KMSSS.

Menanggapi pernyataan Djaenuri, juru bicara KMSS, Miko Kamal, minta pihak Kajari menunjukkan pasal-pasal apa saja yang membuat informasi publik tidak bisa diakses.

"Kami ingin melihat pasal demi pasal yang disebutkan bisa menutup akses informasi untuk publik," tegas Miko.

Lanjut Miko, KMSS tidak datang hanya untuk mendengar penjelasan dari masing-masing Kejari. "Yang kami minta adalah berkasny untuk kami pelajari, siapa tahu bisa membantu pihak kejaksaan.

Akhirnya pertemuan berakhir deadlock. KMSS pun segera keluar ruangan pertemuan.

Untuk sekedar diketahui KMSS merupakan gabungan lembaga masyarakat sipil, akademisi dan tokoh-tokoh di Sumatera Barat.

Koalisi ini terdiri dari LBH Padang, LBH Pers Padang, PBHI Sumbar, Walhi Sumbar, Qibar, KPMM, YCM, LAMPK, PHP, Civitas Mahasiswa Universitas Bung Hatta, Guru Besar Fakultas Hukum Unand Saldi Isra, Guru Besar Sejarah UNP Mestika Zed, Charles Simabura, Feri Amsari, Israr Iskandar, Harry Efendi Iskandar dan lain-lain

Selain itu praktisi hukum juga ikut bergabung seperti Miko Kamal, Oktavianus Rizwa, Kautsar, dan Sahnan Sahuri Siregar.

BACA JUGA BERITA INI: Bang Akbar Berkeyakinan Anas Tak Terlibat KorupsiKasus Penyelewengan Pajak: Kejagung Siap Limpahkan Dua Tersangka Asian AgriKasus Buol: Hartati Murdaya Hadirkan Ahli Pertanahan Mengharukan, Mahasiswa Unila Beri Sumbangan Kepada Peserta Aksi jalan Kaki
** Jaringan Internet Anda Lamban? Silahkan Pindah ke Versi Ringan, Link: SUARAAGRARIA.COM Mobile VersionTAG TERKAIT ... humaniora | suaraagraria.com tag ...



0 Komentar














Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)