Kata Sesepuh Agraria

Siapa Bilang Reformasi Agraria Itu Hanya Bagi-bagi Tanah?

Baca Selengkapnya »

Raja Buol Berikan Keterangan Meringankan Hartati Murdaya

Kategori: Berita Agraria - Dibaca: 736 kali
Kamis, 03 Januari 2013 - 17:43:03 WIB
 

Terimakasih, Saat Ini Anda Sedang Berada Dalam Halaman: HOME » Berita Agraria » Raja Buol Berikan Keterangan Meringankan Hartati Murdaya

sidang_hak_guna_usaha_hartarti_suap_buol_suaraagraria.comSACOM (SUARAAGRARIA.COM) - SUARAAGRARIAcom, Jakarta: Kasus Suap pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) lahan perkebunan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terus berlanjut. Kali ini Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mendengarkan keterangan saksi meringankan bagi tersangka Hartati Murdaya, salah satunya Raja Buol Ke-XII, Ibrahim Turungku, Kamis (3/1).

Sebelum persidangan, Pengacara Hartati, Dodi Abdul Kadir, mengatakan Raja Buol bersedia menjadi saksi meringankan karena menganggap Hartati Murdaya tidak patut dipersalahkan, apalagi dihukum.

Sementara itu dalam persidangan, Raja Buol meminta majelis hakim Pengadilan Tipikor untuk membebaskan Hartati Murdaya dari segala tuntutan.

"Kami mewakili masyarakat adat dan selaku pemuka masyarakat Buol mengharapkan kiranya bapak dan ibu hakim yang mulia dapat membebaskan Ibu Hartati Murdaya tanpa syarat dari permasalahan ini," kata Ibrahim.  

Hal ini mengingat Hartati Murdaya dianggap berjasa memajukan Kabupaten Buol, dan telah membantu perekonomian masyarakat setempat, salah satunya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Buol.

Sedangkan terkait PT. HIP, menurut Raja Buol, perusahaan tersebut memiliki jasa yang besar. Misalnya pembangunan jalan sepanjang lebih dari 2.000 kilometer yang dapat digunakan masyarakat setempat dan menghubungkan antar desa serta daerah lain. Belum lagi perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak yang dilakukan PT. HIP.

Kehadiran PT. HIP juga dinilai telah meningkatkan pendapatan masyarakat dan penerimaan daerah, dan masih banyak lagi.

Selain Raja Buol, Terdakwa Hartati juga akan menghadirkan dua orang saksi ahli pakar pertanahan BF Sihombing dan pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Eva Ahyani Zulfa.

(tip)

BACA JUGA BERITA INI:Djan Faridz: Jangan Jadikan IMB Sasaran Empuk PADPajak Dikorupsi, Kyai NU Akan Keluarkan Fatwa Ditjen Pajak Berlakukan Pencabutan Status Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak PPnBPN Berikan 2000 Sertifikat Gratis Untuk Warga Banyuasin
** Jaringan Internet Anda Lamban? Silahkan Pindah ke Versi Ringan, Link: SUARAAGRARIA.COM Mobile VersionTAG TERKAIT ... sengketa lahan | mafia tanah | suaraagraria.com tag ...



0 Komentar














Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)