Kata Sesepuh Agraria

Siapa Bilang Reformasi Agraria Itu Hanya Bagi-bagi Tanah?

Baca Selengkapnya »

Konflik Agraria di Hutan Harapan, Petani Terancam Terusir Oleh Instruksi Gubernur Jambi

Kategori: Berita Agraria - Dibaca: 1229 kali
Senin, 17 Desember 2012 - 14:13:50 WIB
 

Terimakasih, Saat Ini Anda Sedang Berada Dalam Halaman: HOME » Berita Agraria » Konflik Agraria di Hutan Harapan, Petani Terancam Terusir Oleh Instruksi Gubernur Jambi

sengketa_lahan_hutan_harapan_suaraagraria.comSACOM (SUARAAGRARIA.COM) - SUARAAGRARIAcom, Jambi: Ribuan petani yang mengelola lahan di kawasan Hutan Harapan terancam diusir pasca dikeluarkannya Instruksi Gubernur Jambi No: 04/INST.GUB/Dishut.5.3/2012. Lagi, sengketa lahan antara masyarakat, perusahan dan pemerintah.

Isi instruksi Gubernur mengamanatkan akan ada upaya penindakan secara preventif dan represif terhadap kegiatan masyarakat yang melakukan perambahan, pembakaran dan penebangan secara ilegal di kawasan hutan tersebut.

Seperti diketahui kawasan Hutan Harapan tersebut dikelola oleh PT REKI (Restorasi Ekosistem Indonesia). Sedangkan para petani mengklaim sudah terlebih dahulu mengelola kawasan hutan harapan tersebut. Untuk itu mereka memutuskan untuk tetap tinggal.

"Para petani tak tahu akan kemana jika diusir nanti. Mereka mengklaim kawasan hutan tersebut telah mereka diami jauh sebelum PT REKI hadir di Jambi," tegas Sarwadi, Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Jambi kepada wartawan, Minggu 16 Desember 2012.

Sawardi menambahkan, saat ini himbauan kepada para petani sudah diberikan agar menghentikan semua bentuk aktivitas apapun di kawasan Hutan Harapan. Tapi, mereka kekeh tidak akan meninggalkan hutan.

Menurut Sawardi, sengketa lahan antara para petani dengan REKI sudah berlangsung sejak 2007 lalu. Pada tahun itu PT. Asialog mendapatkan Hak Pengelolaan Hutan (HPH). REKI sendiri baru mendapatkan izin HPH seluas 101.000 hektar pada tahun 2010.

Sawardi mengaku khawatir dengan instruksi Gubernur yang bermuatan represif, sementara para petani bersikeras tidak akan pindah. Kondisi tersebut membuat konflik agraria yang rentan dengan tindak kekerasan dan dikhawatirkan akan muncul korban ke depannya.  

Seperti diketahui, kawasan Hutan Harapan terletak di dua Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. REKI sendiri dikelola sebagai non-profit dengan biaya dari lembaga kerajaan di Eropa. Bahkan pada 2009 lalu Pangeran Charles meninjau langsung kondisi hutan tersebut. Harus ada tindak lanjut dari pemerintah pusat agar konflik agraria ini tak sampai menelan korban jiwa.

(er)


BACA JUGA BERITA INI:SPI: Ratusan Konflik Agraria Terjadi Sepanjang Tahun 2011Prof. Arie Sukanti Hutagalung, Satu Dari Tiga Guru Besar Pertanahan IndonesiaKonflik Agraria Jadi Tema Demo Peringati Hari HAM Internasional Sengketa Lahan & Konflik Agraria Marak: Harus Dipikirkan Penataan Kepemilikan Tanah Berbasis Rakyat
** Jaringan Internet Anda Lamban? Silahkan Pindah ke Versi Ringan, Link: SUARAAGRARIA.COM Mobile VersionTAG TERKAIT ... sengketa lahan | penggusuran | suaraagraria.com tag ...



0 Komentar














Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)