Kata Sesepuh Agraria

Siapa Bilang Reformasi Agraria Itu Hanya Bagi-bagi Tanah?

Baca Selengkapnya »

Prof. Arie Sukanti Hutagalung, Satu Dari Tiga Guru Besar Pertanahan Indonesia

Kategori: Profil Tokoh - Dibaca: 2561 kali
Selasa, 27 November 2012 - 08:39:03 WIB
 

Terimakasih, Saat Ini Anda Sedang Berada Dalam Halaman: HOME » Profil Tokoh » Prof. Arie Sukanti Hutagalung, Satu Dari Tiga Guru Besar Pertanahan Indonesia

profesor_arie_sukanti_hutagalung_suaraagraria.comArie Sukanti Hutagalung, S.H., M.Li. SACOM (SUARAAGRARIA.COM) - SUARAAGRARIACOM, Profil Tokoh Pertanahan Indonesia: Banyak orang tidak tahu kalau jumlah pakar pertanahan setingkat Guru Besar di negara ini ternyata hanya empat orang saja. Salah satu yang terkenal dan masih aktif menyumbangkan pemikirannya terkait permasalahan pertanahan nasional adalah Prof. Arie Sukanti Hutagalung, S.H., M.Li. dari Universitas Indonesia.

Selain dirinya ada juga Prof. H. Mr. Boedi Harsono, SH. dari Universitas Trisakti, namun sayang beliau telah berpulang kepada Tuhan Yang Maha Esa pada tahun 2010 lalu.

Nama lainnya adalah Prof. DR. Maria Soemardjono SH., MCL., MPA dari Universitas Gajah Mada, dan Prof. Suhariningsih SH.,SU., dari Universitas Brawijaya, yang baru saja dikukuhkan 5 September 2012 lalu. Praktis kini hanya tiga orang Guru Besar saja yang mendedikasikan pemikiran-pemikirannya bagi permasalahan agraria Indonesia saat ini, termasuk Prof. Arie Sukanti Hutagalung, S.H., M.Li.

Oleh salah seorang putrinya, Rima Muryantina (dalam blog pribadinya), Prof. Arie Sukanti Hutagalung dikenal sebagai seorang ibu yang sangat menyayangi suami dan anak-anaknya. Ia juga dikenal sebagai sosok yang cerdas, tegas dan kritis.

Prof. Arie Sukanti Hutagalung tidak segan-segan mengekspresikan opininya dengan keras dan tegas mana kala apa yang diungkapkan itu diyakininya sebagai suatu kebenaran.   

Salah satu hal yang dikritisinya adalah penggunaan kata landreform. Frasa tersebut jika dimaknai secara harafiah menurutnya malah membingungkan. Hal ini karena istilah land memiliki lebih dari satu makna, sedangkan istilah reform mempunyai arti mengubah sesuatu dalam konteks ke arah yang lebih baik.

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Penyusunan rumusan RUU Pertanahan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu (19 September 2012), sebagai narasumber ahli pertanahan, ia juga mengkritisi Bagian Ketujuh Hak Guna Ruang Atas Tanah yang dinilainya tidak konsisten dengan UUPA.

Hal tersebut karena menurutnya permukaan bumi tidak ada hubungannya dengan Hak Guna Ruang Bawah Tanah dan Hak Guna Ruang Atas Tanah. Ia kemudian mencotohkan Hak Guna Ruang Atas Tanah MRT di Jepang dan Hongkong, yang bukti kepemilikan atas ruang atas tanah dapat diagunkan ke bank. Hal tersebut berbeda dengan di Indonesia, seperti contohnya penggunaan ruang bawah tanah di Blok M yang tidak jelas kepemilikannya.

Kritik lainnya adalah seputar perselisihan di rusun antara penghuni dengan pengelola yang seringkali dengan mudahnya di bawa langsung ke meja pengadilan.  Menurutnya, pihak yang bersengketa seharusnya terlebih dahulu mempergunakan mekanisme internal yang telah ada.  Hal tersebut diungkapkannya ketika menjadi pembicara dalam sebuah seminar bertajuk “Diskursus: Comparative Study of Condominium Law” di Fakultas hokum UI Depok 2010 lalu.

Mekanisme yang dimaksud adalah menaati peraturan yang telah disepakati bersama antara penghuni dan pengelola tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak. Artinya baik pengelola maupun penghuni harus mau melaksanakan hak dan kewajibannya masing-masing.

Nah, seandainya ada pelanggaran yang dilakukan penghuni, pengelola seharusnya memberikan peringatan, melakukan tindakan hukuman sesuai kesepakatan bersama, atau bisa juga melakukan proses mediasi terlebih dahulu.

BACA JUGA BERITA INI:BPN RI Prioritaskan Sertifikat Tanah Persawahan KPP Pratama Baubau Rayakan Tahun Baru Dengan Syukuran Atas Kinerja Penerimaan Pajak 2012Aher Lantik Pengurus Badan Wakaf Indonesia Baru Penyelundupan Miras Kerap Terjadi di Perbatasan Indonesia-Malaysia
** Jaringan Internet Anda Lamban? Silahkan Pindah ke Versi Ringan, Link: SUARAAGRARIA.COM Mobile VersionTAG TERKAIT ... suaraagraria.com tag ...



1 Komentar
nanoy
11 Desember 2012 - 15:39:30 WIB
seharusnya "satu dari tiga guru besar..",



<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>














Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)