Kata Sesepuh Agraria

Siapa Bilang Reformasi Agraria Itu Hanya Bagi-bagi Tanah?

Baca Selengkapnya »

Pembangunan Tol Cijago II Terhambat Negoisasi Lahan Warga Kukusan

Kategori: Berita Agraria - Dibaca: 3063 kali
Rabu, 17 Oktober 2012 - 09:02:46 WIB
 

Terimakasih, Saat Ini Anda Sedang Berada Dalam Halaman: HOME » Berita Agraria » Pembangunan Tol Cijago II Terhambat Negoisasi Lahan Warga Kukusan

SACOM (SUARAAGRARIA.COM) - SUARAAGRARIAcom, Kukusan: Belum adanya kesepakatan harga pembebasan lahan antara warga Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji dengan tim appraisal, membuat pembangunan jalan Tol Cinere-Ja¬gorawi (Cijago) tahap II terhambat.

Warga merasa berkeberatan dengan harga ganti rugi tanah yang ditetapkan tim appraisal. Warga menganggap tim appraisal seharusnya bukan menerapkan ganti rugi, tapi harus ganti untung.  

Menurut salah seorang warga, Syamsudin, pihak warga telah melaporkan molornya proses negoisasi harga lahan milik warga Kukusan ke Ombudsman Republik Indonesia.  “Pihak TPT, P2T, dan Pemkot Depok, kami adukan karena tidak transparan dalam memaparkan proses pembebasan lahan, terutama yang terkait taksiran harga ganti rugi yang riil,” katanya.

Menurutnya, pihak Ombudsman sendiri berjanji segera akan memanggil pihak TPT, P2T, dan Walikota Depok.
 
Tambahnya lagi, warga Kukusan yang terkena proyek tol Cijago tahap II mematok harga lahannya dengan kisaran Rp.6.500.000 per meter (zona satu), Rp.5.800.000 (zona dua), Rp.5.300.000 (zona tiga), Rp.4.800.000 (zona empat), Rp.4.300.000 (zona lima), dan Rp.3.800.000 (zona enam).

Harga tersebut mengacu pada kelipatan nilai jual obyek pajak (NJOP), dan harga pasaran tanah di wilayah tersebut, dan telah memperhitungnya dengan mengedepankan azas keadilan. Harga tersebut sejak dua bulan lalu sudah disampaikan kepada P2T dan TPT, namun belum ada jawaban.

“Warga telah berkorban dengan bersedia menjual tanah kami, ini karena demi kepentingan umum, sayangnya nilai yang ditawarkan TPT terlalu murah,” tegas Syamsudin.

(gor)

BACA JUGA BERITA INI:Negara Rugi Ratusan Trilliun Akibat Pencaplokan Lahan TambangProfil Jokowi: "Si Bodoh" Itu Ternyata Berkualitas dan Pilihan Warga JakartaPerusahaan Perkebunan Yang Terlibat Penyelewengan Pajak Harus Dicabut IzinnyaPenyelundupan Miras Kerap Terjadi di Perbatasan Indonesia-Malaysia
** Jaringan Internet Anda Lamban? Silahkan Pindah ke Versi Ringan, Link: SUARAAGRARIA.COM Mobile VersionTAG TERKAIT ... mafia tanah | penggusuran | perumahan | rusun | suaraagraria.com tag ...



3 Komentar

Nur
08 November 2013 - 10:42:35 WIB
Di Depok Memang sengaja pembangunan Tol dibuat molor agar mendapat rekor MURI untuk kategori pembangunan jln tol TERLAMA

Bushra hidayat
30 Maret 2013 - 07:00:33 WIB
agar segera di laksanakan pembayarannya krn nilai ganti untungnya dpt di gunakan untuk pembelian lahan baru yg mungkin akan menjadi naek klw nambah tahunnya, dan lama pun jgn jadi patokan untuk membayar gusuran yg sudah molor beberapa tahun ke depan, maka warga menghimbau agar segera di lakukan pembayaran pembebasannya, masa pembebasan seksi 1 dan terakhir seksi 3 tidak berubah, masih memakai seksi 1, sedangkan semua yg lain sudah naek semua.
Yanto
06 Desember 2012 - 23:25:54 WIB
Dalam proses negosiasi yang saat ini tengah berjalan untuk proses pembebasan tanah tahap 2 pemerintah seharusnya dapat meyakinkan masyarakat Depok kalau yang diberikan merupakan yang terbaik, kenyataannya cuma terbaik bagi Investor tuuh?
Saat ini belum ada dalam kenyataannya tdk ada proses negosiasi alias Stagnan.(Korban Seksi 2)


<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>














Isi Komentar :
Nama :
Web/email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)