Kata Sesepuh Agraria

Siapa Bilang Reformasi Agraria Itu Hanya Bagi-bagi Tanah?

Baca Selengkapnya »

IPB Temukan Teknologi Hi-fer+: Peternak Tak Perlu Lagi Menyabit Rumput

Kategori: Berita Terkait Agraria Lainnya - Dibaca: 6160 kali
Selasa, 26 November 2013 - 21:26:31 WIB
 

Terimakasih, Saat Ini Anda Sedang Berada Dalam Halaman: HOME » Berita Terkait Agraria Lainnya » IPB Temukan Teknologi Hi-fer+: Peternak Tak Perlu Lagi Menyabit Rumput

pakan_ternak_suaraagraria.comSACOM (SUARAAGRARIA.COM) - Institut Pertanian Bogor terus berupaya berdaya bagi masyarakat. Temuannya yang ini patut kita apresiasi: teknologi Hi-fer+, dimana peternak dimungkinkan mendapatkan pakan ternak dengan tanpa menyabit, bergizi buat ternak, tidak bau, dan mengurangi pencemaran lingkungan.  

Teknologi ini dikembangkan oleh Center for Tropical Animal Studies, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (Centras-LPPM-IPB).

Kepala Centras IPB, Dr. Ir. Suryahadi, DEA mengatakan Hi-fer+ merupakan teknologi  fermentasi untuk mengawetkan, menyimpan, mengemas, dan memudahkan transportasi hijauan pakan.

“Hi-fer+ adalah hijauan fermentasi unggul dalam kemasan komersial. Teknologi ini menggunakan probiotik dan komplemen pakan sehingga sangat palatable dengan daya simpan yang lama dan mutu tetap prima, mudah diangkut, didistribusikan dan dimanfaatkan peternak. Hi-fer+ dapat mengganti 100 persen pakan rumput segar,” terangnya saat Launching Hi-fer+, Senin (25/11), di CV. Anugerah Farm, Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
 
Keunggulan lain Hi-fer+ ini kurang mengotori kandang dan minim bau feses sehingga pencemaran lingkungan bisa ditekan. Sapi yang diberi pakan Hi-fer+ bertambah bobot badannya rata-rata 1,48 kilogram per ekor per hari. Hal tersebut telah diuji pada sapi potong di Anugerah Farm. Penerapan teknologi ini berbasis pemberdayaan masyarakat.
 
“Dengan teknologi ini memudahkan penyediaan pakan ternak. Peternak tidak perlu selalu mencari  dan menyabit rumput segar,” terangnya lagi.

Pada musim hujan peternak bisa memanfaatkan pakan yang berlimpah atau mendapat hijauan yang ditanam di lahan kosong seperti rumput gajah dan rumput lapang. Lalu, memfermentasikannya dengan teknologi Hi-fer+.

Teknologi ini sangat cocok diaplikasikan di daerah-daerah peternakan yang kurang rumput dan peternak yang enggan menyabit. “Cara ini semudah memberi makan konsentrat. Tinggal dituang saja,” lanjut Dr.Suryahadi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Prastowo, M.Eng. mengapresiasi upaya keras rekan-rekan Centras terkait terobosannya ini.

“Saya atas nama LPPM IPB memberikan apresiasi kepada teman-teman Centras yang langsung segera merespon himbauan kami bahwa seluruh pusat yang ada di LPPM harus segera melakukan terobosan. Rakyat sudah menunggu. Penelitian-penelitian yang dilakukan pusat tidak untuk hanya peneliti, tapi juga untuk masyarakat. Produk ini sangat strategis karena menjawab persoalan pakan ternak. Selama ini peternak Indonesia menghadapi tiga persoalan yakni  pakan, bibit dan kelembagaan. Kalau masalah pakan ini tidak diselesaikan, sampai kapan pun melawan peternak Australia. Kita tidak akan menang,” terangnya.  
 
Senada dengan itu, Pimpinan Peternakan Penggemukan CV. Anugerah Farm, Ir. H.A. Juanda mengatakan Hi-fer+ ini menjawab kekhawatiran para peternak.

“Ketika mengembangkan usaha peternakan, kami khawatir kekurangan pakan terutama di daerah yang belum terbina kelompok peternaknya. Penelitian Hi-fer+ ini luar biasa. Terobosan ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat. Saya ingin kembali bekerjasama dengan IPB untuk mengembangkan kegiatan pelatihan semacam ini.”

Selain lanching Hi-fer+, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Serumpun Jaya dari Kalimantan Timur, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendapatkan pelatihan dari Centras LPPM IPB.

BACA JUGA SOAL PENEMUAN IPB LAINNYA:

IPB Kembangkan Pengawet Makanan Alami Dari Rempah, Konsepnya Dari Arsik, Makanan Khas Batak

Jangan Pernah Bilang Kata Mustahil Dalam Ilmu Biologi

Produksi Gula Dapat Ditingkatkan Lewat Mikroba Simbion Laut

Terobosan, Provibio Keluaran IPB Mampu Turunkan Penggunaan 50% Pupuk Kimia

Anak-Anak IPB Kembangkan Prototype Teknologi Siluman Untuk Mengintai Wilayah Perbatasan

Mahasiswa IPB Ciptakan Plastik Dari Daur Ulang Kulit Jagung

BACA JUGA BERITA INI:MK Keluarkan Putusan Pemberlakuan Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Alat BeratAlissa Wahid: Teknologi Berperan Terhadap Meningkatnya Kekerasan AgamaPeneliti IPB Manfaatkan Teknologi Nano Untuk Pemanfaatan Limbah Pabrik GulaPeneliti IPB Temukan Teknologi Pengepakan Ikan Hingga Tahan Berhari-hari, Mudah & Murah
** Jaringan Internet Anda Lamban? Silahkan Pindah ke Versi Ringan, Link: SUARAAGRARIA.COM Mobile VersionTAG TERKAIT ... suaraagraria.com tag ...



2 Komentar

muriadi nyoman
10 Oktober 2014 - 10:20:33 WIB
Rupanya sistem ini sangat baik.tapi bagaimana cara membuatanya. Bagaimana permentasinya. dan apa.bahannya
Waluyo
08 Oktober 2014 - 19:48:11 WIB
Kalau saya mau pesan Hi-fer bisa tidak


<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>














Isi Komentar :
Nama :
Email :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)